Prodi Magister BSA International Student Mobility Ke Universiti Sains Islam Malaysia (Usim) Malaysia
Delegasi MBSA di USIM Malaysia
Prodi MBSA FADIB UIN Sunan Kalijaga melakukan perjalanan Student mobility ke Fakulti Pengkajian Bahasa Utama (FPBU) Universiti Sains Islam Malaysia menghasilkan hal-hal penting, yakni: Kerjasama FADIB UINSUKA bersama FPBU USIM dalam acara WASI 0.1 (Wacana Antarabangsa Sastra Islam)., Artikel para mahasiswa FADIB UINSUKA diseminarkan dalam acara WASI 0.1 (Wacana Antarabangsa Sastra Islam). Peserta kunjugan banyak mendapatkan pelajaran berharga, baik akademis maupun non akademis. Peserta student mobility mengikuti pembukaan dan penyambutan dari pihak Fakulti Pengkajian Bahasa Utama (FPBU) di lantai 10 ruang pimpinan. Dekan beserta wakil FPBU menyambut dosen pembimbing dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Dosen pembimbing, Moh Khanif Anwari memperkenalkan para delegasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga kepada dekan beserta jajarannya. Peserta mendapat pengarahan tentang jadwal kegiatan selama di FPBU USIM Malaysia. Peserta mengikuti perkenalan para pimpinan FPBU, tenaga pengajar, dan program study di fakultas tersebut. Timbalan Dekan Akademik dan Antarbangsa Prof. Madya Dr. Noor Saazay Mat Saad memperkenalkan profil FPBU, terdiri dari program study, visi misi, dan program kegiatan.
Delegasi mengikuti perkuliahan internasional bersama mahasiswa Sembaki FPBU USIM berjumlah 6 orang yang berasal dari Malaysia, dan salah satu di antara mereka adalah warga Palestina. Perkuliahan tersebut diampu oleh Prof. Dr. Wan Azura Wan Ahmad, membahas tentang Balgahatul Qur’an serta ilmu Balaghah secara general. Penyampaian materi diberikan menggunakan bahasa arab dan berlangsung interaktif. Delegasi dari UIN mengikuti jalannya perkuliahan dengan aktif. Salah satu mahasiswa USIM juga mempresetansikan sebuah makalah tentang ilmu balaghoh, di antaranya definisi, pembagian, dan penting untuk mempelajarinya.
Delegasi berkunjung ke Muzium Negeri Seremban. Museum ini merupakan museum yang menceritakan sejarah negeri sembilan dan kisah awal mula masuknya agama Islam di Negeri Sembilan. Bagian dalam museum menyimpan berbagai macam benda peninggalan warga minang yang berhijrah ke Malaysia. Di museum ini juga terdapat rumah adat khas minang yang dibangun atau disusun tanpa paku. Pemandu museum juga menceritakan fungsi dari benda tersebut sembari mempraktekkannya. Misalnya tudung saji, ketika masyarakat bertamu dan mengikuti suatu acara, tamu tidak menyantap makanan sebelum tuan rumah membuka tudung saji. Tetamu juga berhenti menikmati hidangan manakala tudung saji sudah ditutup. Alhamdulillah semua kegiatan ini berjalan lancar dan sukse