DISEMINASI TESIS UNGGULAN ALUMNI MAGISTER BSA PADA BI-WEEKLY FORUM #40 FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

Diseminasi Tesis Unggulan Magister BSA pada Bi-Weekly Forum #40 FADIB UIN Sunan Kalijaga
Prodi Magister BSA FADIB UIN Sunan Kalijaga mendapat kesempatan kali ketiga untuk memberi ruang dalam diseminasi tesis unggulan. Acara ini difasilitasi dalam Bi-Weekly FADIB Forum #40 pada hari Jumat, 31 Maret 2023, Pukul 13.30-15.30 WIB yang bertempat di Ruang rapat FADIB Lt.2 & juga link Zoom Meeting. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Bapak WD I FADIB Dr. Ubaidillah, M.Hum. dan Ibu Kaprodi Magister BSA Dr. Tatik Mariyatut Tasnimah, M.Ag. Diseminasi Tesis Unggulan ini dengan judul: "Strategi Tindak Tutur Pidato Mahmoud Abbas pada Sidang Majlis Umum PBB ke 67 2012 (Kajian Pragmatik John Rogers Searle)” dengan narasumber pertama Bachrul Ulum, M. Hum. (Alumnus Magister Bahasa dan Sastra Arab, UIN Sunan Kalijaga). Narasumber kedua Dr. Zulhelmi, MHSc. (Dosen Bahasa dan Sastra Arab, UIN ar-Raniry Banda Aceh). Acara ini dipandun oleh moderator Dr. Moh. Wakhid Hidayat, M. Hum. (Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta).
Menurut narasumber I, ada 3 tuturan dalam pidatonya Mahmoud Abbas yang diklasifikasikan dalam kategori ilokusi asertif, 7 data diklasifikasikan dalam kategori ilokusi direktif, 6 data diklasifikasikan dalam kategori ilokusi komisif, serta 2 data diklasifikasikan dalam kategori ilokusi ekspresif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pidato Abbas didominasi tuturan direktif dan komisif. Hal ini disebabkan karena tujuan pidato Abbas adalah meraih simpati dan dukungan atas proposal yang ia ajukan. Artinya, Abbas menargetkan ada tindakan yang akan diambil oleh mitra tuturnya setelah pidato disampaikan dari 7 data direktif yang didapatkan peneliti mayoritas target yang dituju Abbas adalah peserta sidang, sedangkan tuturan yang ia tujukan langsung untuk PBB hanya 2. Dalam hal ini, Abbas telah belajar dari permohonan yang ia ajukan tahun 2011, bahwa DK PBB tak dapat berbuat banyak kekuatan yang dibangun Abbas dalam pidato adalah penderitaan rakyat Palestina, sedangkan kelemahan yang dimanfaatkan Palestina adalah fakta – fakta pelanggaran Hukum Humaniter Internasional yang dilanggar oleh Israel.